Tugas Orang Tua Mendidik Anak

Tugas Orang Tua Mendidik Anak

Setiap orang tua memiliki tugas penting dalam menjalani kehidupan, seperti mencari nafkah, mengurus rumah tangga, bahkan mengurus anak. Orang tua memiliki keinginan terhadap anaknya yaitu agar anaknya menjadi anak yang sukses di masa depan. Terutama dalam mendidik anak sehingga menjadi anak yang baik, berpendidikan, dan memiliki etika. Dan salah satu cara untuk mendidik anak adalah dengan mengajarkannya sejak usia dini. Karena ketika anak-anak dibiasakan untuk melakukan sesuatu sejak dini, akan tertanam dengan baik kebiasaan-kebiasaan yang dilakukan.

Anak-anak merupakan anugerah yang Tuhan dititipkan kepada orang tua, dan para orang tua punya kewajiban untuk menjaga, merawat, dan mendidik anaknya. Menurut ahli psikologi Diana Baumrind, orang tua memiliki 3 gaya pola asuh dan cara mendidik anak, yaitu:

  1. Demokratis

Mendidik anak secara demokratis adalah dengan memberikan aturan dan pandangan hidup kepada anaknya. Dan juga ketika seorang anak melakukan kesalahan, orang tua tidak menggunakan kekerasan akan tetapi hanya menegurnya. Hal ini dilakukan agar kondisi psikis anak tidak terguncang.

Di sini orang tua hanya mengawasi anaknya baik itu dalam mencari teman, melakukan sesuatu, dan lain-lain. Akan tetapi, jika anaknya berada dalam bahaya barulah orang tua mulai bertindak untuk melindungi anaknya. Kondisi ini memungkinkan anaknya menjadi terbuka terhadap orang tua, sehingga orang tua tahu apa saja yang dilakukan anaknya.

  1. Membebaskan

Terkadang pilihan ini dilakukan oleh orang tua karena anaknya memiliki sifat manja dan rewel jika keinginannya tidak terpenuhi. Di sini orang tua yang memilih gaya bebas kepada anaknya ini seperti pisau bermata dua. Karena jika berhasil, seorang anak akan merasa bahagia dan berkeinginan untuk membahagiakan orang tuanya yang telah memberikan segalanya untuk anak. Tetapi efek buruknya, jika ini tidak berhasil, maka anak tersebut akan semakin menjadi dan semakin banyak kemauannya, karena mereka pasti berpikir kalau mereka punya orang tua yang bisa memberikan apapun, jadi tidak ada rasa kesadaran agar menjadi mandiri.

  1. Otoriter

Orang tua zaman dulu mayoritas menerapkan gaya didik otoriter terhadap anaknya. Otoriter merupakan mendidik dengan cara yang keras untuk mengikuti semua aturan yang ditetapkan. Dan jika anak tersebut melakukan kesalahan, maka orang tua tidak segan-segan menghukumnya. Gaya didik ini mungkin cukup keras kepada anak.

Karena gaya didik ini bisa saja mengguncang kondisi psikis dan traumatik seorang anak jika anak tersebut memiliki mental yang tidak cukup kuat untuk menghadapi gaya didik otoriter.  Tetapi, gaya didik ini memiliki segi positif yang banyak. Karena, dengan menjalankan gaya didik ini, anak-anak bisa paham dan sadar tentang etika, moral, kemandirian, dan tanggung jawab. Di saat dewasa, seorang anak yang mendapat gaya didik otoriter pasti akan bersyukur dengan didikan seperti itu.